Film Doea Tanda Cinta Mengisahkan Kehidupan Siswa Di Akademi Militer

Film Doea Tanda Cinta Mengisahkan Kehidupan Siswa Di Akademi Militer

Film Doea Tanda Cinta Mengisahkan Kehidupan Siswa Di Akademi Militer

Liputan168.com,Jakarta –¬†Film Doea Tanda Cinta Mengisahkan Kehidupan Siswa Di Akademi Militer.

Film Doea Tanda Cinta meramaikan perfilman layar lebar Indonesia pada tahun 2015 lalu. Film yang dibintangi Tika Bravani ini merupakan hasil garapan sutradara Rick Soerafani dan Alfani Wiryawan selaku produser. Film produksi Cinema Delapan dan Benoa ini menyajikan kisah kehidupan siswa selama mengikuti pendidikan di Akademi Militer (Akmil), di Magelang, Jawa Tengah.

Doea Tanda Cinta adalah sebuah film drama Indonesia yang mengisahkan tentang kisah cinta dan transformasi dari dua orang pemuda dengan karakter bandel, nakal, pemalas dan suka berkelahi yaitu Bagus dan Mahesa yang berubah menjadi perwira muda berprestasi. Pemeran utamanya: Tika Bravani dan Fedi Nuril

Dengan berlatar belakang kehidupan militer, film ini digarap bekerja sama antara Induk Koperasi TNI Angkatan Udara (INKOPAD) dengan Benoa dan Cinema Delapan. Tak hanya mengisahkan dunia kemiliteran terdapat pula sentuhan kisah drama di dalam film ini yang membuatnya semakin menarik.

Film ini bercerita tentang dua laki-laki muda, Bagus dan Mahesa. Bagus adalah seorang anak dari keluarga biasa yang tinggal di kampung. Sedangkan Mahesa adalah anak tunggal dari petinggi angkatan bersenjata. Bagus dan Mahesa yang dipertemukan di Akademi Militer menjadi sahabat dan jatuh cinta pada gadis yang sama bernama Laras yang diperankan oleh Tika Bravani.

Film Doea Tanda Cinta Mengisahkan Kehidupan Siswa Di Akademi Militer
Film Doea Tanda Cinta Mengisahkan Kehidupan Siswa Di Akademi Militer

Film Doea Tanda Cinta Mengisahkan Kehidupan Siswa Di Akademi Militer

Karakter Bagus diperankan oleh Fedi Nuril, dan Mahesa diperankan oleh Rendy Kjaernett. Dengan akting yang memukau, keduanya sukses membawakan karakternya masing-masing.

Film ini menyuguhkan adegan-adegan action ala militer, termasuk juga memasukkan unsur drama soal cinta.

Menurut sang produser, Alfani Wiryawan, tim produksi melakukan riset mendalam. Mereka melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak untuk mendapatkan informasi terkait kehidupan dan kegiatan di Akmil, termasuk dengan para petinggi di tubuh Angkatan Darat (AD).

Selain mengangkat kegiatan para siswa Akademi Militer, film ini juga mengangkat sisi lain mereka. Misalnya tentang kehidupan asmara dan persahabatan mereka yang terbangun selama mengecap pendidikan.

Penonton bisa melihat kekompakan dan kerjasama dalam dunia militer adalah yang utama. Kalau yang satu membuat masalah maka yang lain akan kena getahnya. Tak hanya diperkaya dengan gambaran kehidupan para taruna akademi militer, Doea Tanda Cinta juga sarat adegan baku tembak yang dikemas dengan angle-angle yang apik dan cukup membuat adrenalin terpacu.

Pesan Moral Dari Film Doea Tanda Cinta

Film ini menyoroti kisah dua orang sahabat yang memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. Bagus dan Mahesa menjadi sahabat selama menjalani akademi militer. Mereka pun jatuh cinta pada gadis yang sama yakni Laras.

Mahesa telah dulu menyatakan cintanya namun ditolak sevcara halus oleh Laras. Bagus yang mengetahui hal itu memilih mundur dan menyimpan rasa cintanya pada Laras.

Setelah lulus dari akademi militer, Bagus dan Mahesa diberi tugas membantu Satuan Kopassus untuk membebaskan sandera. Namun mandat tersebut menggugurkan Mahesa saat menjalankan tugasnya.

Laras akhirnya menyatakan perasaannya kepada Bagus yang ternyata telah lama mencintainya dalam diam, begitupula dengan Bagus.

Film Doea Tanda Cinta yang berdurasi sekitar 95 menit ini bukan hanya membawa sebuah tontonan seru saja. Film ini juga mempunyai nilai-nilai lebih tersendiri yang tersirat dalam filmnya. Hal tersebut adalah sikap sikap nasionalisme, patriotism dan tidak pernah menyerah yang kental terasa dalam film arahan Rick Soerafani ini.

Melalui film ini saya ingin memotivasi anak-anak muda Indonesia agar lebih peduli dan cinta Tanah Air, serta memiliki jiwa membela Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Rick.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *