Jokowi Meminta Untuk Menghitung Ulang Harga Avtur

Jokowi Meminta Untuk Menghitung Ulang Harga Avtur

Jokowi Meminta Untuk Menghitung Ulang Harga Avtur

Liputan168.com, Jakarta –¬†Jokowi Meminta Untuk Menghitung Ulang Harga Avtur

Jokowi meminta bawahannya untuk menghitung ulang harga avtur agar dapat lebih efisien.

“Tadi baru kami rapatkan. Saya sudah perintahkan untuk dihitung. Mana yang belum efisien mana yang bisa diefisienkan, nanti segera diambil keputusan. Segera akan,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Sebelumnya pada Senin (11/2), Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani mengatakan kinerja sektor pariwisata Indonesia terganggu karena melambungnya harga tiket pesawat.

Kendati begitu, secara regulasi harga avtur sendiri sebenarnya telah melalui proses persetujuan antara pihak maskapai dengan Pertamina (business to business/b2b).

Jokowi Meminta Untuk Menghitung Ulang Harga Avtur
Jokowi Meminta Untuk Menghitung Ulang Harga Avtur

Jokowi Meminta Untuk Menghitung Ulang Harga Avtur

“Secara regulasi, avtur itu bukan barang subsidi sehingga memang dijual secara b2b. Jadi kalau ditanya apakah mungkin untuk diturunkan harganya, ya mungkin bisa. Tetapi Pertamina tidak hanya menjual avtur di Pulau Jawa saja tetapi di remote area Indonesia juga,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (14/2/2019).

Dia menambahkan, yang terpenting dari harga avtur saat ini ialah tidak melebihi batas wajar dari yang sudah ditentukan.

“Yang penting harga avtur Pertamina tidak melebihi batas wajar saja,” ujar dia.

Selain itu, dia juga menilai, opsi pemerintah memperbolehkan perusahaan asing masuk untuk menjual avtur sebenarnya baik untuk dilakukan guna merangsang industri pasar. Lantaran, penjualan avtur hingga kini masih didominasi oleh PT Pertamina (Persero).

“Kalau pemerintah mau buka kompetisi ya enggak masalah,” ujar dia.

Kendati demikian, dia menjelaskan, jika pemain asing masuk, perusahaan sebaiknya juga diwajibkan untuk menjual avtur di daerah pelosok seperti halnya Pertamina. “Tapi sebaiknya pemain baru itu tidak hanya mau jual avtur di Pulau Jawa saja, tapi juga berani jual di daerah-daerah terpencil,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *