KPK Menyita Uang Dari Ruang Kerja Menteri Agama

KPK Menyita Uang Dari Ruang Kerja Menteri Agama

Liputan168.com, Jakarta – KPK Menyita Uang Dari Ruang Kerja Menteri Agama

Komisi Pemberantasan Korupsi menyita uang senilai Rp 180 juta dan USD 30.000 dari ruang kerja Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Penyitaan ini sebagai rentetan penyidikan kasus mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan  Romahurmuziy.

Belum jelas status dan kaitan uang tersebut dalam kasus ini. Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang enggan berkomentar detil mengenai hal tersebut. Dia mengatakan, sedianya urusan keuangan di setiap kementerian berada di tangan bendahara.

Namun, dia menyebut banyak kemungkinan soal asal muasal uang tersebut.

“Saya enggak tahu tapi kan ada bendaharanya. Juga kan mungkin untuk kepentingan, ada yang namanya dana taktis bisa saja kan,” ujar Saut usai menghadiri seminar Urgensi Pembaruan Revisi Undang-undang Tipikor di Sari Pan Pacific Hotel, Jakarta, Selasa 19 Maret 2019.

KPK Menyita Uang Dari Ruang Kerja Menteri Agama

Penyitaan uang oleh KPK di ruang kerja Lukman juga mengundang reaksi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dia menduga uang ratusan juta di laci meja kerja Lukman tidak terkait kasus jual beli jabatan.

Dia menambahkan, bagi pejabat lumrah menyimpan uang di kantor. Bahkan dia tidak menampik kerap menyimpan uang di kantornya.

“Lazim dong, selalu namanya kas kecil. Ya kan, dan itu juga menteri ada dana operasionalnya. Dan itu cash dana operasionalnya,” ujar Wapres JK di kantornya.

Sebelumnya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang ratusan juta rupiah di ruang kerja Menteri Agama (Menang) Lukman Hakim Saifuddin. Uang tersebut dalam bentuk dolar Amerika Serikat dan rupiah.

“Kami temukan kemudian disita juga dari ruangan Menteri Agama sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dollar dengan nilai seratusan juta rupiah,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 18 Maret 2019.

Hasil Penggeledahan KPK Mendapatkan Uang Tunai Rp.180jt dan USD 30.000

KPK membeberkan nominal uang yang disita dari Kantor Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Uang tersebut diduga terkait kasus jual beli jabatan yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Totalnya ada sekitar Rp 180 juta ditambah USD 30.000.

“Kemarin sudah dilakukan penyitaan terhadap uang yang ditemukan di laci meja ruang kerja Menteri Agama. Uang tersebut akan diklarifikasi juga jumlahnya dalam rupiah sekitar Rp 180 jutaan dan dalam US dollar ada sekitar 30 ribu USD,” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK.

Uang tersebut kemudian akan dipelajari penyidik KPK dan menjadi bagian dari pokok perkara kasus tersebut. Termasuk juga menyelidiki sejumlah dokumen yang didapatkan dari lokasi penggeledahan lain yakni Kantor DPP PPP dan rumah Romahurmuziy di Condet.

“Akan kami lakukan analisis lebih lanjut karena kami juga ada tentu bukti-bukti terkait barang-barang yang disita,” jelas dia.

Dalam prosesnya, KPK dapat memanggil Menteri Agama untuk dimintai keterangan terkait temuan itu.

“KPK juga mengingatkan kepada pihak terkait agar bersikap kooperatif. Harapannya semua pihak kooperatif dalam penanganan perkara ini agar prosesnya bisa kita letakkan hanya sebagai sebuah proses hukum sesuai aturan yang berlaku,” ucap Febri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *